Translate

Jumat, 05 April 2013

Pengusaha RI Pelopori Pusat Riset Bisnis Asia di Universitas Melbourne

Melbourne - Pengusaha Indonesia James Riady mempelopori terbentuknya lembaga riset bisnis Asia di Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Melbourne, Australia dan untuk selanjutnya unit ini akan dipimpin oleh Profesor Jane Lu, demikian diumumkan pihak universitas dalam pernyataan yang dirilis Jumat (15/3).

Penunjukan Profesor Lu dilakukan dalam sebuah event hari sebelumnya dan dia diharapkan bisa memimpin program pengajaran dan aktivitas yang berfokus pada bisnis Asia di fakultas tersebut.

Profesor Lu dinilai memiliki rekam jejak yang mengesankan di bidang riset strategi bisnis internasional. Karyanya yang diakui kalangan akademisi international termasuk hasil riset investasi langsung Jepang di China; permodalan ventura dan usaha patungan kecil dan menengah; dan afiliasi kelompok bisnis di Asia.

Saat ini Profesor Lu adalah pengajar Business School di National University of Singapore.

Tentang lembaga riset ini, yang dinamakan "James Riady Chair in Asian Business and Economics", didirikan untuk mendukung proses belajar mengajar dan riset demi pemahaman yang lebih luas tentang cara menjalankan bisnis di kawasan Asia. Program ini didanai lewat donasi James Riady, yang juga alumnus universitas yang sama.

“Di saat perusahaan-perusahaan Australia terus masuk atau menjalin hubungan dengan pasar-pasar yang sedang naik daun (emerging markets) di Asia, sangat penting bagi mereka untuk memahami praktek bisnis yang berlaku di kawasan itu. James Riady Chair memberikan wahana untuk mempertajam dan memperluas pengetahuan kita tentang cara menjalankan bisnis di kawasan itu, yang tak bisa dilepaskan dari masa depan Australia sendiri. Saya senang bisa memimpin inisiatif seperti ini di salah satu sekolah bisnis dan ekonomi paling maju di dunia," kata Profesor Lu.

Sebagai ketua, Profesor Lu akan menyebarkan hasil risetnya lewat berbagai event publik seperti kuliah, seminar dan konferensi.

"James Riady Chair merupakan sentral Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Asia yang ada di fakultas kami, dan penunjukan Profesor Lu memastikan kalau kami memiliki kandidat dengan keahlian dan pengetahuan mendalam untuk terus membina hubungan dengan jaringan kami yang sudah ada, sehingga bisa menyebarkan hasil riset yang tak ternilai itu dan juga pemikiran-pemikirannya di kawasan ini," kata Profesor Paul Kofman, dekan di fakultas tersebut.

***Sumber :  Berita Satu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar