Translate

Jumat, 05 April 2013

Kepuasan Kerja Orang Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

Foto: Kepuasan Kerja Orang Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

@Ihsan

KOMPAS.com — Pasti ada saja yang Anda keluhkan tentang pekerjaan yang Anda jalankan sekarang ini. Mulai bos yang galak, pekerjaan yang menumpuk, jabatan yang tak meningkat, gaji yang kecil, sampai pekerjaan yang bukan passion Anda sehingga hasil kerjanya tak memuaskan. Hmm... masalah ini ternyata tak hanya dialami oleh orang Indonesia, tapi juga sebagian besar pekerja di seluruh dunia.

Hebatnya, sekalipun banyak mengeluh tentang pekerjaan, ternyata orang Indonesia mengaku puas dengan pekerjaannya. Hal ini dibuktikan dengan penelitian terbaru yang dilakukan oleh konsultan manajemen internasional, Accenture, terhadap 4.100 eksekutif dari organisasi menengah hingga besar di 33 negara, termasuk Indonesia.

"Penelitian menunjukkan bahwa para profesional Indonesia ternyata memiliki kepuasan kerja tertinggi dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara," ungkap Neneng Goenadi, Executive Director Accenture, saat pemaparan hasil survei Accenture "Defining Success. Your Way" di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Penelitian ini menunjukkan bahwa 42 persen profesional Indonesia mengaku puas dengan pekerjaan mereka. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pekerja profesional di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Jika dibagi berdasarkan jenis kelamin, maka ternyata perempuan (53 persen) jauh lebih puas terhadap pekerjaannya ketimbang pria (50 persen). Kepuasan terhadap pekerjaan juga meningkat dibandingkan tahun lalu, yang dalam hal ini hanya 43 persen perempuan dan 41 persen pria yang puas dengan pekerjaannya.

Adapun 11 persen perempuan mengaku masih belum puas dalam pekerjaannya, tetapi belum berpikir untuk mencari pekerjaan baru. Sebanyak 9 persen lainnya belum puas dan sudah mencari bidang pekerjaan lain di dalam perusahaan yang sama. Dua puluh dua persen perempuan lain memutuskan untuk mencari lowongan pekerjaan di perusahaan lain, dan lima persen lainnya berencana untuk berwirausaha.

"Para pekerja, baik pria maupun wanita, sekarang ini sudah lebih sadar bahwa mereka memiliki potensi yang besar dalam pekerjaannya. Mereka juga merasa punya peluang karier yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," ungkap Neneng.
Editor :
Dini
foto ilustrasi
KOMPAS.com — Pasti ada saja yang Anda keluhkan tentang pekerjaan yang Anda jalankan sekarang ini. Mulai bos yang galak, pekerjaan yang menumpuk, jabatan yang tak meningkat, gaji yang kecil, sampai pekerjaan yang bukan passion Anda sehingga hasil kerjanya tak memuaskan. Hmm... masalah ini ternyata tak hanya dialami oleh orang Indonesia, tapi juga sebagian besar pekerja di seluruh dunia.

Hebatnya, sekalipun banyak mengeluh tentang pekerjaan, ternyata orang Indonesia mengaku puas dengan pekerjaannya. Hal ini dibuktikan dengan penelitian terbaru yang dilakukan oleh konsultan manajemen internasional, Accenture, terhadap 4.100 eksekutif dari organisasi menengah hingga besar di 33 negara, termasuk Indonesia.

"Penelitian menunjukkan bahwa para profesional Indonesia ternyata memiliki kepuasan kerja tertinggi dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara," ungkap Neneng Goenadi, Executive Director Accenture, saat pemaparan hasil survei Accenture "Defining Success. Your Way" di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Penelitian ini menunjukkan bahwa 42 persen profesional Indonesia mengaku puas dengan pekerjaan mereka. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pekerja profesional di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Jika dibagi berdasarkan jenis kelamin, maka ternyata perempuan (53 persen) jauh lebih puas terhadap pekerjaannya ketimbang pria (50 persen). Kepuasan terhadap pekerjaan juga meningkat dibandingkan tahun lalu, yang dalam hal ini hanya 43 persen perempuan dan 41 persen pria yang puas dengan pekerjaannya.

Adapun 11 persen perempuan mengaku masih belum puas dalam pekerjaannya, tetapi belum berpikir untuk mencari pekerjaan baru. Sebanyak 9 persen lainnya belum puas dan sudah mencari bidang pekerjaan lain di dalam perusahaan yang sama. Dua puluh dua persen perempuan lain memutuskan untuk mencari lowongan pekerjaan di perusahaan lain, dan lima persen lainnya berencana untuk berwirausaha.

"Para pekerja, baik pria maupun wanita, sekarang ini sudah lebih sadar bahwa mereka memiliki potensi yang besar dalam pekerjaannya. Mereka juga merasa punya peluang karier yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," ungkap Neneng.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar