Translate

Tampilkan postingan dengan label SAINT DAN TEKNOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAINT DAN TEKNOLOGI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juni 2013

Di ASEAN, Cuma RI yang Punya Pesawat Bikinan Sendiri

Jakarta - Pasca mengikuti ASEAN Roadshow 2013, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memiliki dipandang nilai strategis di mata negara-negara Asia Tenggara. Produsen pesawat satu-satunya di Asia Tenggara dan bermarkas di Bandung Jawa Barat ini, dengan menggandeng European Aeronautic Defence and Space Company (EADS), menawarkan berbagai tipe pesawat terbang.

Asistensi Bidang Kebijakan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Said Didu menjelaskan, pasca mengikuti ASEAN Roadshow pada 22-31 Mei ke 6 negara ASEAN, ada kebanggaan karena Indonesia bisa mendukung pemenuhan kebutuhan pesawat untuk keperluan militer dan sipil.

"Mereka bangga Indonesia itu sudah menjadi poros untuk penyiapan alat misi persenjataan dan pertahanan. Negara negara di sana senang kalau negara ASEAN yang kuat bisa kena ancaman embargo yang sewaktu-waktu sering terjadi. Sehingga dia senang apabila indonesia muncul sebagai produsen produk berteknologi tinggi terutama industri pertahanan," ucap Said Didu kepada detikFinance, Rabu (5/6/2013).

Bahkan dari teknologi pesawat, produk pesawat dari PTDI ini terbilang sangat canggih dan terdepan. Menurutnya untuk kualitas dan harga, produk pesawat dan helikopter RI dapat dikatakan sangat kompetitif. Hal ini yang kemudian menjadi daya tarik bagi negara di kawasan ASEAN.

"Mereka senang karena kalau negara ASEAN ini penggunaan teknologi alutsistanya hampir sama. Ini memudahkan kerjasama pengembangan teknologi, pemeliharaan dan operasional," tambahnya.

Seperti diketahui, dari 22-31 Mei, PTDI bersama Kementerian Pertahanan Indonesia menggelar ASEAN Roadshow ke 6 negara Asia Tenggara. Negara yang dikujungi antara lain Fiipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Malaysia. Hingga saat ini, pesawat yang diproduksi dan dirakit Dirgantara Indonesia antara lain CN235-220 MPA, CN235-200M, NC212-200, C212-400, NC212i, dan versi terbaru CN295.

Jumat, 05 April 2013

Indonesia Beli Teknologi Panser Dari Belarusia

Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Belarusia sepakat untuk mengadakan kerjasama di bidang pertahanan. Salah satu poin penting dalam isi perjanjian yang tercantum dalam MoU yang ditandatangani kedua negara adalah pembelian teknologi militer dari Belarusia.

Menurut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, pembelian teknologi pertahanan itu sangat penting bagi pengembangan Armored Personnel Carrier (APC) jenis Anoa. dengan peralatan baru, kendaraan taktis buatan PT Pindad itu bisa dijalankan secara otomatis.

"Mereka hanya produsen untuk alat-alat tembak aja. Indonesia beli remote controle-nya. Jadi ada permintaan Malaysia untuk beli lebih banyak lagi Anoa. Mereka minta untuk joint komite bersama. Jadi di samping yang untuk APC, untuk Pindad itu, untuk panser yang 6 x 6, juga nanti Pindad juga akan kerjasama untuk anti tank," ungkap Purnomo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/3).

Selain menjual peralatan perang, Belarus juga mengajak pemerintah Indonesia untuk melakukan produksi bersama. Ada tiga komponen yang dikerjasamakan, yakni tank carrier, anti tank guide mission, dan remote weapon control system.

"Jadi nilai tambah untuk kita, kita bisa buka lapangan kerja, investasi bersama," tandasnya.

***Sumber : Merdeka

Toyota Kembangkan Indonesia Sebagai Basis Ekspor

Foto: Toyota Kembangkan Indonesia Sebagai Basis Ekspor

@Ihsan

Jakarta • Toyota Motor Corporation (TMC) menyatakan bahwa pihaknya mendorong Indonesia untuk berkembang dan menjadi basis ekspor mobil untuk kawasan Asia.

"Saat ini Toyota sedang sedang fokus terhadap Asia, khususnya ASEAN, dan kami berencana untuk mengembangkan Indonesia menjadi basis ekspor mobil," kata Senior Managing Officer Toyota Motor Corporation Takahiro Iwase, saat memberikan sambutan peresmian pabrik baru Toyota Plant 2, di Karawang, Jumat (15/3).

Iwase mengatakan, pihaknya juga mengharapkan Indonesia bisa memimpin di kawasan ASEAN untuk masa depan dan pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) akan memiliki peran yang penting bagi basis ekspor mobil tersebut.

"Pasar otomotif Indonesia juga diharapkan bisa tumbuh lebih jauh dari saat ini, dan saya saangat terkesan dengan pertumbuhan Indonesia pada tahun 2012 lalu," kata Iwase.

Sementara itu, Presiden Direktur TMMIN Masahiro Nonami, mengatakan bahwa peresmian pabrik baru Toyota Karawang Kedua merupakan babak baru bagi perkembangan dunia otomotif Indonesia.

"Pabrik tersebut merupakan perpaduan kecanggihan teknologi yang ramah lingkungan dan nyaman bagi para karyawan yang merupakan perwujudan ide-ide dari karyawan lokal," kata Nonami.

Nonami menambahkan, dengan kenyataan bahwa Toyota telah bekerja sama dengan Indonesia kurang lebih selama 40 tahun, dia meyakini bahwa tanpa adanya kerja keras dari seluruh karyawan Toyota, pabrik kedua itu tidak akan bisa berdiri.

Kapasitas produksi Pabrik Karawang Ke dua yang menelan dana sebesar Rp 3,3 triliun tersebut sebesar 70.000 unit per tahun dan akan memproduksi city car terbaru Toyota Etios Valco.

Pabrik tersebut diperkirakan akan menyerap kurang lebih sebanyak 1.100 tenaga kerja, dan untuk kedepannya pabrik tersebut diharapkan bisa meningkatkan kapasitas produksi sampai 120.000 unit per tahun pada tahun 2014 mendatang dan akan meningkatkan total kapasitas produksi Pabrik Karawang Satu dan Dua menjadi 250.000 unit per tahun.(ant/hrb)


  ● Investor
Foto: Kegiatan Di Pabrik Perakitan Mobil Di Indonesia
Jakarta - Toyota Motor Corporation (TMC) menyatakan bahwa pihaknya mendorong Indonesia untuk berkembang dan menjadi basis ekspor mobil untuk kawasan Asia.

"Saat ini Toyota sedang sedang fokus terhadap Asia, khususnya ASEAN, dan kami berencana untuk mengembangkan Indonesia menjadi basis ekspor mobil," kata Senior Managing Officer Toyota Motor Corporation Takahiro Iwase, saat memberikan sambutan peresmian pabrik baru Toyota Plant 2, di Karawang, Jumat (15/3).

Iwase mengatakan, pihaknya juga mengharapkan Indonesia bisa memimpin di kawasan ASEAN untuk masa depan dan pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) akan memiliki peran yang penting bagi basis ekspor mobil tersebut.

"Pasar otomotif Indonesia juga diharapkan bisa tumbuh lebih jauh dari saat ini, dan saya saangat terkesan dengan pertumbuhan Indonesia pada tahun 2012 lalu," kata Iwase.

Sementara itu, Presiden Direktur TMMIN Masahiro Nonami, mengatakan bahwa peresmian pabrik baru Toyota Karawang Kedua merupakan babak baru bagi perkembangan dunia otomotif Indonesia.

"Pabrik tersebut merupakan perpaduan kecanggihan teknologi yang ramah lingkungan dan nyaman bagi para karyawan yang merupakan perwujudan ide-ide dari karyawan lokal," kata Nonami.

Nonami menambahkan, dengan kenyataan bahwa Toyota telah bekerja sama dengan Indonesia kurang lebih selama 40 tahun, dia meyakini bahwa tanpa adanya kerja keras dari seluruh karyawan Toyota, pabrik kedua itu tidak akan bisa berdiri.

Kapasitas produksi Pabrik Karawang Ke dua yang menelan dana sebesar Rp 3,3 triliun tersebut sebesar 70.000 unit per tahun dan akan memproduksi city car terbaru Toyota Etios Valco.

Pabrik tersebut diperkirakan akan menyerap kurang lebih sebanyak 1.100 tenaga kerja, dan untuk kedepannya pabrik tersebut diharapkan bisa meningkatkan kapasitas produksi sampai 120.000 unit per tahun pada tahun 2014 mendatang dan akan meningkatkan total kapasitas produksi Pabrik Karawang Satu dan Dua menjadi 250.000 unit per tahun.(ant/hrb)




Perkuat Selat Malaka, Satu Skuadron F-16 Disiapkan di Pekanbaru

Foto: Perkuat Selat Malaka, Satu Skuadron F-16 Disiapkan di 
Pekanbaru


@Ihsan

Demi memperkuat kekuatan tempur di kawasan strategis Selat Malaka, Pangkalan Udara (Lanud) TNI Angkatan Udara Roesmin Nuryadin Pekanbaru bersiap menyambut satu skuadron pesawat tempur F-16 blok 52 lengkap dengan persenjataan mutakhir.

Perkuat Selat Malaka, Satu Skuadron F-16 Disiapkan di Pekanbaru

Penambahan 24 pesawat F-16 dari Amerika Serikat itu sebagai bagian dari pembaruan armada tempur yang sudah ada di pangkalan TNI AU tipe B itu yaitu satu skuadron Hawk 100/200.

”Berarti pada awal 2014, Lanud Roesmin Nuryadin akan memiliki dua skuadron tempur yang terdiri dari satu skuadron Hawk 100/200 dan satu skuadron pesawat F-16 dengan blok 52 lengkap dengan persenjataan mutakhir,” ungkap Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud TNI AU Mayor Sus Filfadri kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Selasa (19/3).

Menurut Filfadri, satu skuadron pesawat tempur F-16 yang akan ditempatkan di Lanud Pekanbaru merupakan pesawat tempur terbaik yang disumbangkan oleh pemerintah Amerika Serikat kepada Indonesia. Jenis pesawat F-16 dengan tipe blok 52 itu rencananya juga akan engalami sedikit peningkatan up grade khususnya di bagian persenjataan tempurnya.

”Memang banyak yang bilang itu pesawat hibah, tapi F-16 itu hasil dari komitmen kerjasama kita dengan Amerika Serikat. Kondisinya juga sudah dicek dan sangat baik apalagi dengan tipe blok 52 yang terbaru,” jelas Fil.

Dia menambahkan, dipilihnya Lanud Roesmin Nuryadin sebagai lokasi penempatan satu skuadron pesawat tempur F-16 itu tidak lepas dari lokasi strategis Lanud Pekanbaru yang secara geografis berada di kawasan Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Malaysia serta Singapura.

”Dua skuadron tempur F-16 dan Hawk 100 juga untuk mendukung kekuatan kita di Sumatra dan Selat Malaka. Selain back up dari Lanud terdekat di Kalimantan Barat, Makasar serta Pulau Jawa,” ujarnya.

Dengan penambahan armada tempur tersebut, lanjut Filfadri, pada 2014 status Lanud Roesmin Nuryadin Pekanbaru akan berganti dari Lanud tipe B menjadi tipe A dengan dipimpin perwira berpangkat bintang satu. Selain itu, guna mengimbangi dinamika pertahanan geopolitik kawasan di Selat Malaka, pemantauan radar yang ditempatkan di Pekanbaru, Medan, dan Ranai, Kepulauan Natuna akan semakin ditingkatkan.

”Mengingat dari pengalaman sejarah bahwa TNI AU pernah menjadi kekuatan nomor 1 di Asia. Seperti itu juga soal ketergantungan kita pada Amerika Serikat ketika sparepart peralatan tempur diembargo. Karena itu, kebijakan saat ini ada kombinasi armada tempur antara Sukhoi dari Rusia, dan F-16 dari Amerika Serikat untuk menangkal ketergantungan itu,” jelasnya. (Rudi Kurniawansyah/Adf | Metro)
Demi memperkuat kekuatan tempur di kawasan strategis Selat Malaka, Pangkalan Udara (Lanud) TNI Angkatan Udara Roesmin Nuryadin Pekanbaru bersiap menyambut satu skuadron pesawat tempur F-16 blok 52 lengkap dengan persenjataan mutakhir.

Perkuat Selat Malaka, Satu Skuadron F-16 Disiapkan di Pekanbaru

Penambahan 24 pesawat F-16 dari Amerika Serikat itu sebagai bagian dari pembaruan armada tempur yang sudah ada di pangkalan TNI AU tipe B itu yaitu satu skuadron Hawk 100/200.

”Berarti pada awal 2014, Lanud Roesmin Nuryadin akan memiliki dua skuadron tempur yang terdiri dari satu skuadron Hawk 100/200 dan satu skuadron pesawat F-16 dengan blok 52 lengkap dengan persenjataan mutakhir,” ungkap Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud TNI AU Mayor Sus Filfadri kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Selasa (19/3).

Menurut Filfadri, satu skuadron pesawat tempur F-16 yang akan ditempatkan di Lanud Pekanbaru merupakan pesawat tempur terbaik yang disumbangkan oleh pemerintah Amerika Serikat kepada Indonesia. Jenis pesawat F-16 dengan tipe blok 52 itu rencananya juga akan engalami sedikit peningkatan up grade khususnya di bagian persenjataan tempurnya.

”Memang banyak yang bilang itu pesawat hibah, tapi F-16 itu hasil dari komitmen kerjasama kita dengan Amerika Serikat. Kondisinya juga sudah dicek dan sangat baik apalagi dengan tipe blok 52 yang terbaru,” jelas Fil.

Dia menambahkan, dipilihnya Lanud Roesmin Nuryadin sebagai lokasi penempatan satu skuadron pesawat tempur F-16 itu tidak lepas dari lokasi strategis Lanud Pekanbaru yang secara geografis berada di kawasan Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Malaysia serta Singapura.

”Dua skuadron tempur F-16 dan Hawk 100 juga untuk mendukung kekuatan kita di Sumatra dan Selat Malaka. Selain back up dari Lanud terdekat di Kalimantan Barat, Makasar serta Pulau Jawa,” ujarnya.

Dengan penambahan armada tempur tersebut, lanjut Filfadri, pada 2014 status Lanud Roesmin Nuryadin Pekanbaru akan berganti dari Lanud tipe B menjadi tipe A dengan dipimpin perwira berpangkat bintang satu. Selain itu, guna mengimbangi dinamika pertahanan geopolitik kawasan di Selat Malaka, pemantauan radar yang ditempatkan di Pekanbaru, Medan, dan Ranai, Kepulauan Natuna akan semakin ditingkatkan.

”Mengingat dari pengalaman sejarah bahwa TNI AU pernah menjadi kekuatan nomor 1 di Asia. Seperti itu juga soal ketergantungan kita pada Amerika Serikat ketika sparepart peralatan tempur diembargo. Karena itu, kebijakan saat ini ada kombinasi armada tempur antara Sukhoi dari Rusia, dan F-16 dari Amerika Serikat untuk menangkal ketergantungan itu,” jelasnya. (Rudi Kurniawansyah/Adf | Metro)




Pengharum Ruangan Dari Kotoran Sapi Harganya Lebih Murah

Tak semua kotoran menjadi sampah yang tak berguna dan menjijikkan. Sebuah kotoran binatang sekalipun bisa bermanfaat bagi manusia, salah satunya menjadi pengharum ruangan.

Seperti karya dua siswa dari Lamongan Jawa Timur, Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti berhasil melakukan penelitian 'Limbah Peternakan Sapi' sebagai pengharum ruangan ramah lingkungan. Hasil karya mereka menjadi kebanggaan tersendiri karena akan mewakili Indonesia dalam pada olimpiade internasional 'International Environment Project Olympiad' (INEPO) di Istanbul, Turki.

Meski berasal dari kotoran, hasil pengolahan limbah bisa menjadi wangi. Dengan melalui berbagai proses dan tahapan, limbah kotoran (feses) sapi bisa menjadi cairan pengharum ruangan dengan aroma alami tumbuh-tumbuhan. Pengharum ruangan yang dihasilkan murni berbau alami seperti tumbuhan yang menjadi makanan sapi, bukan karena ditambahi dengan bahan kimia agar bisa berbau wangi.

Untuk memasarkan hasil penelitiannya kepada masyarakat luas, kedua siswa itu juga membuat kajian ekonomi mengenai pangsa pasar produk pengharum ruangan tersebut. Pengharum ruangan ini sehat karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya, seperti 'benzo acetan' layaknya produk pengharum yang ada di pasaran, dan juga ekonomis karena ongkos produksinya sangat murah, yakni Rp 21 ribu untuk kemasan 225 mililiter.

Sementara untuk produk pengharum ruangan di pasaran harganya mencapai Rp 39.900 untuk kemasan 275 gram. Oleh karena itu, hasil karya tersebut akan segera diterbitkan dan dipatenkan di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) karena belum ada paten produk sejenis.

Dwi Nailul Izzah merupakan siswi kelahiran Pucuk, Lamongan, 14 Desember 1996, dan merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan Haris A Salim dan Zayyaroh. Sedangkan Rintya Miki Aprianti lahir di Jambi pada 17 April 1996 yang merupakan putri pertama dari tiga bersaudara pasangan Maliki dan Juwami.(mdk/has)

***Sumber : Merdeka

Pengusaha RI Pelopori Pusat Riset Bisnis Asia di Universitas Melbourne

Melbourne - Pengusaha Indonesia James Riady mempelopori terbentuknya lembaga riset bisnis Asia di Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Melbourne, Australia dan untuk selanjutnya unit ini akan dipimpin oleh Profesor Jane Lu, demikian diumumkan pihak universitas dalam pernyataan yang dirilis Jumat (15/3).

Penunjukan Profesor Lu dilakukan dalam sebuah event hari sebelumnya dan dia diharapkan bisa memimpin program pengajaran dan aktivitas yang berfokus pada bisnis Asia di fakultas tersebut.

Profesor Lu dinilai memiliki rekam jejak yang mengesankan di bidang riset strategi bisnis internasional. Karyanya yang diakui kalangan akademisi international termasuk hasil riset investasi langsung Jepang di China; permodalan ventura dan usaha patungan kecil dan menengah; dan afiliasi kelompok bisnis di Asia.

Saat ini Profesor Lu adalah pengajar Business School di National University of Singapore.

Tentang lembaga riset ini, yang dinamakan "James Riady Chair in Asian Business and Economics", didirikan untuk mendukung proses belajar mengajar dan riset demi pemahaman yang lebih luas tentang cara menjalankan bisnis di kawasan Asia. Program ini didanai lewat donasi James Riady, yang juga alumnus universitas yang sama.

“Di saat perusahaan-perusahaan Australia terus masuk atau menjalin hubungan dengan pasar-pasar yang sedang naik daun (emerging markets) di Asia, sangat penting bagi mereka untuk memahami praktek bisnis yang berlaku di kawasan itu. James Riady Chair memberikan wahana untuk mempertajam dan memperluas pengetahuan kita tentang cara menjalankan bisnis di kawasan itu, yang tak bisa dilepaskan dari masa depan Australia sendiri. Saya senang bisa memimpin inisiatif seperti ini di salah satu sekolah bisnis dan ekonomi paling maju di dunia," kata Profesor Lu.

Sebagai ketua, Profesor Lu akan menyebarkan hasil risetnya lewat berbagai event publik seperti kuliah, seminar dan konferensi.

"James Riady Chair merupakan sentral Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Asia yang ada di fakultas kami, dan penunjukan Profesor Lu memastikan kalau kami memiliki kandidat dengan keahlian dan pengetahuan mendalam untuk terus membina hubungan dengan jaringan kami yang sudah ada, sehingga bisa menyebarkan hasil riset yang tak ternilai itu dan juga pemikiran-pemikirannya di kawasan ini," kata Profesor Paul Kofman, dekan di fakultas tersebut.

***Sumber :  Berita Satu

PT DI Buat Helikopter EC-725 Cougar

Foto: PT DI Buat Helikopter EC-725 Cougar


Langkawi • PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tidak lagi memproduksi helikopter mewah dan canggih Super Puma NAS332C1. BUMN ini sedang memproduksi helikopter berteknologi tinggi dan lebih canggih yakni EC-725-Cougar.

"Kita tidak lagi produksi Super Puma, kita tinggalkan itu. Memang Super Puma ini saja helikopternya canggih, sekelas Mercy kalau di merek mobil," ucap Direktur Utama PT DI Budi Santoso ditemui di 12th Langkawi International Maritime & Exhibition 2013 (LIMA '13), Malaysia, Selasa (26/3/2013).

Dikatakan Budi, saat ini sudah ada helikopter bertekonolgi yang lebih baru lagi yakni Helikopter Cougar yang jauh lebih canggih.

"Kita sekarang memproduksi Cougar EC-725, tekonologi dan peralatannya jauh lebih bagus dibandingkan Super Puma. Ya seperti mobil kijang, kan dari kapsul makin tahun ada pembaruan. Nah Cougar ini generasi terbaru helikopter di kelas heavy," ungkap Budi.

Diakui Budi, helikopter Cougar ini memang tidak 100% buatan PT DI sendiri. "Justru Cougar ini lisensinya dan desainnya punya EuroCopter, sama seperti Super Puma yang punya Eurocopter, tapi dari desain menuju produksi kami yang melakukan, seperti pembuatan hampir seluruh bagian badan helikopter seperti fuselage and tail boom," terangnya.

Saat ini PT DI sedang mengerjakan 6 helikopter Cougar pesanan TNI yang rencananya akan selesai dikerjakan pada 2014.

Like Untuk Menghargai AdminLangkawi - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tidak lagi memproduksi helikopter mewah dan canggih Super Puma NAS332C1. BUMN ini sedang memproduksi helikopter berteknologi tinggi dan lebih canggih yakni EC-725-Cougar.

"Kita tidak lagi produksi Super Puma, kita tinggalkan itu. Memang Super Puma ini saja helikopternya canggih, sekelas Mercy kalau di merek mobil," ucap Direktur Utama PT DI Budi Santoso ditemui di 12th Langkawi International Maritime & Exhibition 2013 (LIMA '13), Malaysia, Selasa (26/3/2013).

Dikatakan Budi, saat ini sudah ada helikopter bertekonolgi yang lebih baru lagi yakni Helikopter Cougar yang jauh lebih canggih.

"Kita sekarang memproduksi Cougar EC-725, tekonologi dan peralatannya jauh lebih bagus dibandingkan Super Puma. Ya seperti mobil kijang, kan dari kapsul makin tahun ada pembaruan. Nah Cougar ini generasi terbaru helikopter di kelas heavy," ungkap Budi.

Diakui Budi, helikopter Cougar ini memang tidak 100% buatan PT DI sendiri. "Justru Cougar ini lisensinya dan desainnya punya EuroCopter, sama seperti Super Puma yang punya Eurocopter, tapi dari desain menuju produksi kami yang melakukan, seperti pembuatan hampir seluruh bagian badan helikopter seperti fuselage and tail boom," terangnya.

Saat ini PT DI sedang mengerjakan 6 helikopter Cougar pesanan TNI yang rencananya akan selesai dikerjakan pada 2014.






Teknologi & Investasi Migas Bisa Digarap Perusahaan Lokal

Ilustrasi JAKARTA Penguasaan teknologi dan investasi di sektor migas seharusnya dapat dilakukan secara mandiri oleh bangsa sendiri melalui perusahaan migas Nasional atau National Oil Company (NOC) meskipun bisnis tersebut memiliki risiko tinggi.

"Pemerintah mengganggap sebuah kesalahan dan tindakan beresiko ketika DPR mendorong penguasaan teknologi dan investasi di sektor migas dilakukan oleh perusahaan nasional. Padahal perusahaan asing juga memahami resiko bisnis migas tetapi mereka tetap melakukan eksplorasi karena menilai ada keuntungannya,” ungkap Anggota DPR RI Komisi VII Rofi Munawar dalam siaran persnya, Selasa (19/3/2013).

Dia menambahkan, permasalahan terbesar dari pengelolaan migas nasional di sektor eksplorasi sesungguhnya bukanlah pada teknologi dan metode eksplorasi tetapi paradigma pengambilan kebijakan yang masih mengganggap bahwa pengelolaan migas tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh bangsa sendiri.

"Persoalan migas seringkali dipandang hanya sebagai penerimaan negara bukan sebagai komoditas strategis nasional yang pengelolaan maupun pengusahanya dilakukan oleh negara sehingga pada akhirnya tercermin dalam kebijakan-kebijakan yang bertolak belakang dengan semangat kemandirian energi nasional," tambah Rofi.

"Teknologi yang digunakan selama ini di berbagai KKKS asing yang telah beroperasi telah dapat dikuasai oleh perusahaan migas nasional sedangkan cadangan minyak bumi Indonesia hanya memiliki porsi 0,3 persen terhadap cadangan dunia atau 4,4 miliar barel minyak dan bila diproduksikan dengan kondisi saat ini hanya akan berumur 11,8 tahun," lanjut Rofi

Sebagai informasi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tercatat saat ini Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) baik asing maupun nasional hampir sebanyak 58 KKKS eksplorasi, 26 KKKS CBM, 23 KKKS Produksi. Namun ironisnya saat ini 74 persen kegiatan usaha hulu migas di Indonesia dikuasai oleh perusahaan asing, sedangkan 22 persen oleh NOC dan sisanya konsorsium asing dengan lokal.(gnm)


***Sumber : detikfinance

BRI Siapkan Rp 1 Triliun untuk Biayai Alutsista RI


Jakarta • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyiapkan pembiayaan hingga Rp 1 triliun untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia yang diproduksi oleh PT Pindad (Persero).

"Untuk alutsista, di Pindad ada beberapa proyek itu ada Rp 1 triliun tahun ini. Sebelumnya sudah, ada pada 2010," ungkap Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN BRI Asmawi Syam dalam keterangannya seperti dikutip detikFinance, Selasa (19/3/2013).

Menurutnya, bersama dengan ketahanan pangan dan ketahanan energi, ketahanan nasional juga menjadi salah satu sektor yang mendapat prioritas perseroan dalam penyaluran kredit tahun ini.

"Pindad, ada produksi panser, paling banyak. Sekarang panser kita dilirik, ada yang mau beli," imbuhnya.

Sebelumnya, BRI juga telah terlibat untuk pembiayaan produksi panser dan peluru oleh Pindad, yang menerima cukup banyak pesanan dari pemerintah. Secara keseluruhan, perseroan menyiapkan plafon Rp 78 triliun untuk kredit BUMN, di mana per Februari 2013, outstanding-nya sudah mencapai Rp 56 triliun.

***Sumber: detikfinance

Mahasiswa Yogya Buat Mobil Listrik Angkutan Umum

Foto: Mahasiswa Yogya Buat Mobil Listrik Angkutan Umum 

@Ihsan


Mahasiswa Yogya Buat Mobil Listrik Angkutan Umum  Menteri Pendidikan Nasional, M Nuh saat mendapatkan penjelasan dari Tim Mobil listrik karya mahasiswa Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, yang diberi nama EC ITS saat diluncurkan di Gedung Rektorat ITS, Surabaya, Sabtu (26/1). Mobil listrik jenis city car ini berkapasitas 4 penumpang dengan kecepatan 80 km/jam dengan spesifikasi range 100 km/charge dan DC motor 2o kW. TEMPO/Fully Syafi

Yogyakarta • Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan membuat mobil listrik yang dimodifikasi menjadi angkutan umum terbatas. “Nanti akan dimodifikasi untuk mengangkut penumpang terbatas. Seperti moda di bandar udara,” kata Rektor UNY Rochmat Wahab, usai bertemu Gubernur DIY di kantor gubernur Kepatihan, Selasa, 19 Maret 2013.

Rochmat menjelaskan mobil listrik itu mewakili Indonesia di ajang International Student Green Car Competition di Seoul, Korea Selatan pada 24-25 Mei mendatang. Mobil listrik ini berbentuk seperti mobil balap Formula I. Sebanyak 80 persen menggunakan bahan lokal dan 20 persennya impor. Bahan impor yang dimaksud adalah untuk sistem elektronik dan kelistrikannya. Panjang badan mobil 180 sentimeter, lebar 110 sentimeter, dan tingginya 70 sentimeter.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Darat Dinas Perhubungan DIY Rudy Sulistyono menjelaskan, Yogyakarta tengah mengupayakan angkutan umum pengumpan (feeder). “Angkutan pengumpan merupakan program pemerintah untuk mengurangi kemacetan arus lalu lintas,” katanya.

Menurut dia, angkutan pengumpan itu diperlukan warga di pelosok desa atau perumahan menuju halte angkutan umum. Program tersebut akan direalisasikan pada 2015. “Harapannya, program itu dapat menarik minat masyarakat DIY untuk menggunakan angkutan umum ketimbang angkutan pribadi,” kata Rudy.





  ● Tempo
Mahasiswa Yogya Buat Mobil Listrik Angkutan Umum Menteri Pendidikan Nasional, M Nuh saat mendapatkan penjelasan dari Tim Mobil listrik karya mahasiswa Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, yang diberi nama EC ITS saat diluncurkan di Gedung Rektorat ITS, Surabaya, Sabtu (26/1). Mobil listrik jenis city car ini berkapasitas 4 penumpang dengan kecepatan 80 km/jam dengan spesifikasi range 100 km/charge dan DC motor 2o kW. TEMPO/Fully Syafi

Yogyakarta • Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan membuat mobil listrik yang dimodifikasi menjadi angkutan umum terbatas. “Nanti akan dimodifikasi untuk mengangkut penumpang terbatas. Seperti moda di bandar udara,” kata Rektor UNY Rochmat Wahab, usai bertemu Gubernur DIY di kantor gubernur Kepatihan, Selasa, 19 Maret 2013.

Rochmat menjelaskan mobil listrik itu mewakili Indonesia di ajang International Student Green Car Competition di Seoul, Korea Selatan pada 24-25 Mei mendatang. Mobil listrik ini berbentuk seperti mobil balap Formula I. Sebanyak 80 persen menggunakan bahan lokal dan 20 persennya impor. Bahan impor yang dimaksud adalah untuk sistem elektronik dan kelistrikannya. Panjang badan mobil 180 sentimeter, lebar 110 sentimeter, dan tingginya 70 sentimeter.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Darat Dinas Perhubungan DIY Rudy Sulistyono menjelaskan, Yogyakarta tengah mengupayakan angkutan umum pengumpan (feeder). “Angkutan pengumpan merupakan program pemerintah untuk mengurangi kemacetan arus lalu lintas,” katanya.

Menurut dia, angkutan pengumpan itu diperlukan warga di pelosok desa atau perumahan menuju halte angkutan umum. Program tersebut akan direalisasikan pada 2015. “Harapannya, program itu dapat menarik minat masyarakat DIY untuk menggunakan angkutan umum ketimbang angkutan pribadi,” kata Rudy.


***Sumber: Tempo





Bersaing dengan China, PT INKA Siap Jual 50 Bus Gandeng

Foto: Bersaing dengan China, PT INKA Siap Jual 50 Bus Gandeng 

@Ihsan

Jakarta - Setelah sukses dan terampil menjadi produsen kereta, PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan ekspansi usaha dengan mengembangkan dan menjual bus gandeng (articulated bus) untuk keperluan angkutan umum massal.

Pada tahun 2013, INKA akan mengikuti tender Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta untuk pengadaan 50 unit dari 150 unit bus gandeng yang diperlukan mendukung operasional Trans Jakarta.

"Kita ikut tender 50 busway gandeng. Proyek dari pemda DKI. Tendernya dimulai April. Kita memilih bus gandeng karena pengerjaannya mirip dengan pembuatan kereta api," kata Direktur Produksi dan Teknologi INKA Yunendar Aryo Andoko di kantor pusat INKA, Jl Yos Sudarso Madiun, Jawa Timur, Jumat (22/3/2013).

Bis yang dibandrol seharga Rp 3,7 miliar ini, menggunakan mesin yang didatangkan dari Jerman dan Amerika Serikat. Namun rancangan dan desain, dibuat langsung oleh INKA serta berkolaborasi dengan industri lokal.

Hingga saat ini, INKA telah memasok sebanyak 39 unit bus gandeng untuk Trans Jakarta. Pesaing terberat bus dengan merek Inobus ini, adalah produsen bus asal China.



(feb/hen)Jakarta - Setelah sukses dan terampil menjadi produsen kereta, PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan ekspansi usaha dengan mengembangkan dan menjual bus gandeng (articulated bus) untuk keperluan angkutan umum massal.

Pada tahun 2013, INKA akan mengikuti tender Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta untuk pengadaan 50 unit dari 150 unit bus gandeng yang diperlukan mendukung operasional Trans Jakarta.

"Kita ikut tender 50 busway gandeng. Proyek dari pemda DKI. Tendernya dimulai April. Kita memilih bus gandeng karena pengerjaannya mirip dengan pembuatan kereta api," kata Direktur Produksi dan Teknologi INKA Yunendar Aryo Andoko di kantor pusat INKA, Jl Yos Sudarso Madiun, Jawa Timur, Jumat (22/3/2013).

Bis yang dibandrol seharga Rp 3,7 miliar ini, menggunakan mesin yang didatangkan dari Jerman dan Amerika Serikat. Namun rancangan dan desain, dibuat langsung oleh INKA serta berkolaborasi dengan industri lokal.

Hingga saat ini, INKA telah memasok sebanyak 39 unit bus gandeng untuk Trans Jakarta. Pesaing terberat bus dengan merek Inobus ini, adalah produsen bus asal China.





Rabu, 03 April 2013

Anak Muda Indonesia Akan Kembangkan Robot Android


Foto: Anak Muda Indonesia Akan Kembangkan Robot Android  

@Ihsan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komunitas Robot Indonesia, Adiatmo Rahardi, mengatakan, ada lompatan jauh yang akan dibuat anak-anak muda Indonesia dalam satu dasawarsa ke depan. Lompatan itu akan terjadi dalam bidang pembuatan robot yang dikendalikan melalui telepon pintar berbasis Android.

"Pada era open source sekarang, membuat robot yang terkoneksi dengan smartphone Android bukan hal sulit lagi," ujarnya kepada Tempo, Selasa, 26 Maret 2013.

Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon pintar dan komputer tablet.

Menurut Adi, robot dikendalikan lewat telepon pintar atau tablet Android melalui koneksi wireless (jaringan nirkabel) 2,4 gigahertz (GHz). Untuk menyambung koneksi, kata dia, seseorang harus membuat robot yang bisa menerima koneksi pada frekuensi tersebut. "Kita harus membuat juga aplikasi Android-nya untuk mengendalikan si robot. Mahasiswa tingkat pertama sekarang bisa membuatnya," katanya.

Robot Android, Adi menambahkan, akan banyak berguna. Contohnya robot yang terbang untuk memantau arus lalu lintas atau robot beroda dilengkapi kamera untuk mengawasi keadaan rumah via Internet. Ia memprediksi, dalam 10 tahun ke depan, anak-anak muda Indonesia sudah ahli membuat tekonologi ini.

"Sekarang sudah banyak stasiun televisi maupun rumah produksi yang menyewa robot terbang quadcopter ke Grup Robot Indonesia untuk keperluan shooting dari udara," kata Adi.

Dalam seminar bertajuk "Polines Weekend Technology (PWT 2013)" di Politeknik Negeri Semarang, Adi mendemokan robot terbang yang dikendalikan melalui telepon pintar Android. Seminar pada Selasa, 26 Maret 2013 ini, dihadiri lebih dari 200 peserta. Seminar ini juga merangkum beberapa kegiatan lain, seperti pameran karya ilmiah, lomba robot, dan seminar "Robo Mobile Controlling".TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komunitas Robot Indonesia, Adiatmo Rahardi, mengatakan, ada lompatan jauh yang akan dibuat anak-anak muda Indonesia dalam satu dasawarsa ke depan. Lompatan itu akan terjadi dalam bidang pembuatan robot yang dikendalikan melalui telepon pintar berbasis Android.

"Pada era open source sekarang, membuat robot yang terkoneksi dengan smartphone Android bukan hal sulit lagi," ujarnya kepada Tempo, Selasa, 26 Maret 2013.

Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon pintar dan komputer tablet.

Menurut Adi, robot dikendalikan lewat telepon pintar atau tablet Android melalui koneksi wireless (jaringan nirkabel) 2,4 gigahertz (GHz). Untuk menyambung koneksi, kata dia, seseorang harus membuat robot yang bisa menerima koneksi pada frekuensi tersebut. "Kita harus membuat juga aplikasi Android-nya untuk mengendalikan si robot. Mahasiswa tingkat pertama sekarang bisa membuatnya," katanya.

Robot Android, Adi menambahkan, akan banyak berguna. Contohnya robot yang terbang untuk memantau arus lalu lintas atau robot beroda dilengkapi kamera untuk mengawasi keadaan rumah via Internet. Ia memprediksi, dalam 10 tahun ke depan, anak-anak muda Indonesia sudah ahli membuat tekonologi ini.

"Sekarang sudah banyak stasiun televisi maupun rumah produksi yang menyewa robot terbang quadcopter ke Grup Robot Indonesia untuk keperluan shooting dari udara," kata Adi.

Dalam seminar bertajuk "Polines Weekend Technology (PWT 2013)" di Politeknik Negeri Semarang, Adi mendemokan robot terbang yang dikendalikan melalui telepon pintar Android. Seminar pada Selasa, 26 Maret 2013 ini, dihadiri lebih dari 200 peserta. Seminar ini juga merangkum beberapa kegiatan lain, seperti pameran karya ilmiah, lomba robot, dan seminar "Robo Mobile Controlling".

Mahasiswa Unesa Juarai Lomba Desain Porsche Cayman

Foto: Mahasiswa Unesa Juarai Lomba Desain Porsche Cayman

@Ihsan

JAKARTA • Kontes desain untuk New Porsche Cayman yang diselenggarakan PT Eurokars Artha Utama mencapai puncaknya. M Rois Abidin yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berhasil keluar sebagai pemenang.


 Atas kemenangan ini Rois berhak mendapat hadiah utama berupa perjalan ke Jerman dan berkesempatan mengunjungi Museum Porsche serta pabrik Porsche.

 Pria kelahiran Blitar, 27 September 1988 itu mengatakan desain yang dibuat berdasarkan tema yang telah ditentukan yakni Code of the Curve.

 "Bentukan decal (grafis stiker) diambil dari garis mobilnya itu sendiri," jelas Rois saat dijumpai usai peluncuran New Porsche Cayman di Senayan National Golf, Jakarta, Selasa (19/3/2013).

 Menurutnya, Cayman memiliki garis lekuk yang membentuk curva sangat kuat. Oleh karena itu, mahasiswa yang kini menjalani studi S2 Seni Budaya di UNS ini ingin menguatkan kesan curva pada bodi Cayman agar karakternya kian menonjol.

 Setelah mengetahui kompetisi ini lewat situs jejaring sosial Facebook, dirinya langsung menyiapkan konsep untuk diperlombakan. Rois mengaku hanya membutuhkan waktu selama tiga hari untuk membuat desain decal Cayman.

 Pria yang gemar menggambar sejak kecil ini menilai Cayman sebagai mobil sport premium tidak perlu mendapat decal yang berlebihan. Sebab jika terlalu banyak corak dapat menodai nilai premiumnya.

 "Menurut saya, ini mobil premium jadi kalau diberi lebih banyak decal malah mengurangi nilainya. Makanya saya buat desain yang sederhana," tukasnya.(zwr)


   • OkezoneJAKARTA • Kontes desain untuk New Porsche Cayman yang diselenggarakan PT Eurokars Artha Utama mencapai puncaknya. M Rois Abidin yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Surabaya berhasil keluar sebagai pemenang.


Atas kemenangan ini Rois berhak mendapat hadiah utama berupa perjalan ke Jerman dan berkesempatan mengunjungi Museum Porsche serta pabrik Porsche.

Pria kelahiran Blitar, 27 September 1988 itu mengatakan desain yang dibuat berdasarkan tema yang telah ditentukan yakni Code of the Curve.

"Bentukan decal (grafis stiker) diambil dari garis mobilnya itu sendiri," jelas Rois saat dijumpai usai peluncuran New Porsche Cayman di Senayan National Golf, Jakarta, Selasa (19/3/2013).

Menurutnya, Cayman memiliki garis lekuk yang membentuk curva sangat kuat. Oleh karena itu, mahasiswa yang kini menjalani studi S2 Seni Budaya di UNS ini ingin menguatkan kesan curva pada bodi Cayman agar karakternya kian menonjol.

Setelah mengetahui kompetisi ini lewat situs jejaring sosial Facebook, dirinya langsung menyiapkan konsep untuk diperlombakan. Rois mengaku hanya membutuhkan waktu selama tiga hari untuk membuat desain decal Cayman.

Pria yang gemar menggambar sejak kecil ini menilai Cayman sebagai mobil sport premium tidak perlu mendapat decal yang berlebihan. Sebab jika terlalu banyak corak dapat menodai nilai premiumnya.

"Menurut saya, ini mobil premium jadi kalau diberi lebih banyak decal malah mengurangi nilainya. Makanya saya buat desain yang sederhana," tukasnya.(zwr).
***sumber: disadur dari okezone